Kamis, 15 Desember 2016

Gender dalam Manawa Dharma Sastra

Bias Gender : Manawa Dharma Sastra
Wanita yang bepergian ke luar daerah adalah wanita yang akan jatuh dalam kehancuran.
“Panam durjana samsargah Patya ca wirako’tanam, 
Swapno,nya geha wasacca Narisamdursanani sat.”  
Artinya: 
Meminum minuman keras, bergaul dengan orang-orang jahat, berpisah dari suami, tidur pada jam-jam tidak layak, mengembara keluar daerah, berdiam di rumah laki-laki lain adalah enam sebab jatuhnya seorang wanita yang menyebabkan kehancuran. [ Manawa Dharma sastra IX].

Adil Gender : Manawa Dharma Sastra
“Dwidha krtwatmano deham Ardhena puruso’bhawat,
Ardhena nari tasyam sa Wirayama smrjat prabhuh”
Artinya : 
Dengan membagi dirinya menjadi sebagian laki-laki dan sebagian perempuan (ardha nari), ia ciptakan wiraja dari wanita itu
Sesungguhnya adanya laki-laki dan perempuan itu adalah atas ciptaan Tuhan. Maka dari itu antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk, lebih tinggi atau lebih rendah, karena baik laki-laki maupun perempuan sama-sama tercipta dari Tuhan. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sebagai suatu keseimbangan. Keseimbangan akan tercipta jika laki-laki dan perempuan bisa bersatu. Ibarat gunung dan lautan, walaupun berjauhan tetapi tetap bersatu dan selaras menjaga keseimbangan dunia.


Sumber : 
  • Jurnal Wawasan "Gender ditinjau dari Sudut Pandang Agama Kristen" oleh Risnawaty Sinulingga, Juni 2006, Volume 12, Nomor 1
  • http://cakepane.blogspot.co.id/2014/12/wanita-dalam-kitab-suci-hindu.html
  • http://majelispenulis.blogspot.co.id/2011/05/tafsir-tentang-gender.html
  • http://rgdateam10.blogspot.co.id/2015/12/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_10.html

0 komentar:

Posting Komentar

 
;